Di Pemalang, Anak Ancam Ibu Dengan Pisau Hanya Karena Tidak Dibelikan Skincare

Sebuah video yang memperlihatkan seorang remaja perempuan mengancam ibunya dengan pisau hanya karena permintaannya untuk dibelikan produk perawatan kulit (skincare) tidak dipenuhi, tengah menjadi sorotan di media sosial. Insiden ini terjadi di Desa Kejambon Kabupaten Pemalang dengan cepat viral di berbagai platform, termasuk grup WhatsApp. Kejadian tersebut tidak hanya menarik perhatian karena ketegangannya, tetapi juga mencerminkan fenomena sosial yang semakin mengkhawatirkan.

Dalam video yang beredar, tampak seorang gadis yang mengenakan kaos hitam dan rok panjang dengan ekspresi wajah yang marah, datang sambil menuntun sepeda. Tanpa basa-basi, dia langsung berbicara dengan nada tinggi kepada ibunya, yang tampaknya sedang berada di luar rumah. Dalam percakapan yang terekam itu, sang remaja putri memaksa ibunya untuk membeli produk skincare, namun permintaan tersebut ditolak. Dalam sekejap, dengan emosi yang memuncak, sang anak mengambil sebuah pisau dari dekat dan mengancam akan menyakiti ibunya.

Adegan dalam video tersebut semakin tegang saat remaja itu tetap bersikeras dengan tuntutannya, sementara terdengar suara orang lain di latar belakang yang mencoba menengahi dan meredakan situasi. Kejadian ini berlangsung dalam waktu yang cukup singkat, namun cukup untuk menunjukkan bagaimana emosi remaja dapat dengan cepat terbakar oleh keinginan konsumtif yang tidak terpenuhi.

Reaksi dari warganet yang melihat video ini cukup beragam. Beberapa menyatakan kekhawatirannya terhadap perilaku remaja zaman sekarang yang mudah tersulut emosinya hanya karena keinginan untuk memperoleh barang-barang konsumtif. Mereka melihat peristiwa ini sebagai gambaran dari perubahan nilai dan pola pikir di kalangan remaja yang semakin cenderung mengedepankan keinginan material tanpa mempertimbangkan faktor lain. Di sisi lain, ada juga yang melihat kejadian ini sebagai indikasi dari beban ekonomi yang semakin berat bagi keluarga-keluarga, terutama di pedesaan yang kesulitan untuk memenuhi tuntutan konsumtif yang terus berkembang di era digital.

Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian atau pemerintah desa setempat mengenai peristiwa tersebut. Meski begitu, banyak pihak yang berharap agar kejadian ini dapat ditangani dengan pendekatan yang holistik. Diperlukan penanganan yang tidak hanya mengedepankan aspek hukum, tetapi juga dukungan psikologis bagi kedua belah pihak terutama remaja putri tersebut agar peristiwa serupa tidak terulang lagi di masa depan.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga komunikasi yang sehat dalam keluarga. Selain itu, diperlukan edukasi tentang manajemen emosi yang lebih baik serta pemahaman mengenai pola konsumsi yang bijak di kalangan remaja, agar mereka dapat lebih memahami konsekuensi dari perilaku mereka dan tidak terjebak dalam tuntutan materi yang berlebihan. Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, peran orang tua dalam mendidik dan membimbing anak-anaknya menjadi semakin penting, agar mereka dapat tumbuh menjadi individu yang bijaksana dalam menghadapi tantangan zaman.

(slawiayu/samsul)

FBS Indonesia

#BeritaPemalang