Hoax Penculikan Anak Menyamar Orang Gila Membawa Petaka

Pasti anda sudah mendengar berita penculikan anak yang dilakukan oleh orang yang pura-pura menjadi pengemis dan dikatakan juga menyamar menjadi orang gila. Yang kemudian mengambil organ ginjal anak tersebut hingga tewas.

Ternyata berita bohong seputar penculikan anak yang dilakukan oleh gelandangan, sudah menyebar dari Cirebon, Brebes, Slawi Ayu, Tegal, Pemalang, Pekalongan, dan Batang.

Karena begitu hebohnya berita ini, terjadi di Desa Tegalrejo, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sangat tragis, seorang gelandangan menjadi bulan-bulanan warga dan diarak keliling kampung. Pria dengan gangguan jiwa ini dihakimi warga yang termakan hoax, akibatnya pria ini hampir tewas.

Sangat tidak manusiawi, pria gelandangan ini setelah dihajar hingga lemas kemudian dipasung dengan kondisi tangan terikat dan kaki diikat di sebuah bambu. Kemudian pria ini diarak keliling kampung dan akhirnya dibawa ke balai desa setempat.

Hoax Penculikan Anak Menyamar Orang Gila Membawa Petaka

Hoax Penculikan Anak Menyamar Orang Gila Membawa Petaka

Menurut salah seorang saksi mengatakan pada SlawiAyu, kejadian ini bermula ketika ada pria tua terlihat mondar-mandir di sawah sekitar jam 10.00 WIB.

Ujug-ujug ana uwong sing lagi neng sawah gemboran, Awas penculik penculik… Kue wonge penculik bocah cilik, penculik penculik,” kata Lukman.

Karena diteriaki seperti itu, warga sekitar kemudian heboh dan mendatangi pria tua yang sedang mondar-mandir itu.

Para warga memberikan puluhan pertanyaan tapi tak satupun jawaban didapatkan dari pria gelandangan itu, sehingga para warga mulai emosi dan mengeroyok pria malang itu.

Kapolsek Banjarharjo Brebes AKP Kamal Hasan membenarkan informasi mengenai gelandangan yang diamuk warga. Korban sempat diamankan di kantor polisi setempat, kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Belum dilakukan pemeriksaan. Tapi yang jelas korban adalah seorang gelandangan,” ucap Kamal Hasan.

Kamal menjelaskan, kejadian diawali ketika korban mondar-mandir di Desa Tegalreja Banjarharjo. Akibat termakan hoax yang berlebihan, warga meneriaki korban dengan sebutan penculik.

Yang jelas korban merupakan seorang gelandangan. Akibat termakan hoax banyak warga yang mengira orang gila itu hanya berpura-pura untuk melakukan penculikan,” imbuhnya.

Karena itu, dihimbau seluruh masyarakat khususnya sekitar Slawi Tegal Brebes untuk tidak mudah percaya terhadap berita tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Banyak versi cerita penculikan anak yang diambil organ ginjalnya, ada yang dikatakan menyamar sebagai orang gila atau gelandangan, ada yang dikatakan menyamar sebagai pengemis dan masih banyak lagi.

Lucunya, sudah jelas bahwa berita tersebut adalah bohong tetapi tidak sedikit masyarakat yang meyakini 100%. Karena dia terlanjur menceritakan hal tersebut, kemudian dikarang cerita baru kemarin sore ditemukan di Rumah Sakit Soesilo. Kemudian diceritakan lagi ke pendengarnya, kemudian muncul lagi karangan versi baru bahwa tadi pagi ditemukan mayat anak kecil dengan perut teroperasi, dan masih banyak lagi.

Anehnya masyarakat yang termakan berita bohong ini ketika menceritakan berita ini berani mengucap “Temenan”, “Sung”, “Demi Allah”. Seolah-olah dia melihat sendiri anak yang menjadi korban penculikan tersebut.

Dengan dalih apapun, membenarkan berita bohong itu tetap salah dan pasti akan membawa petaka kepada korban. Contohnya seorang gelandangan yang kebetulan mondar mandir di Brebes ini, difitnah penculik yang mengakibatkan pria ini hampir kehilangan nyawa. Semoga kita lebih bijak dalam menerima informasi yang belum jelas kebenarannya.

Bupati Slentheng

Saya adalah tokoh fiksi yang diciptakan oleh Ki Enthus Susmono selaku dalang paling tenar di Kabupaten Tegal

Info Menarik Lainnya

Info Tegal Slawi Ayu by Slawi Ayu