Lagu Tegalan Lengkap: Antara Budaya dan Kenangan

Banyak sekali yang menanyakan pada kami tentang musik atau lagu-lagu asli tegal yang sebagian besar adalah lagu jaman dulu, kenapa mereka mencari lagu jadul tersebut? Mari kita cari tau mengenai LaguĀ Asli Tegal Yang Penuh Kenangan ini.

Tidak dipungkiri orang-orang asli tegal yang pada saat itu merasakan tenarnya lagu tegal, mereka mencari lagu asli tegal di internet untuk diunduh.

Tapi sedikitnya informasi mengenai lagu-lagu tegal zaman dahulu itu membuat mereka kesulitan untuk download lagu asli tegal, karena itu kami mencoba mengumpulkan lagu-lagu ini dalam tulisan berjudul Lagu Tegalan Lengkap: Antara Budaya dan Kenangan.

Sejarah Musik Tegal

Musik tegalan atau musik (lagu) asal tegal ini muncul pada akhir tahun 70an, ternyata musik tegalan ini dahulu sebagai bentuk promosi pariwisata kota tegal yang digalakkan oleh pemda (pemerintah daerah) pada saat itu.

Penyanyi lagu tegal generasi pertama yaitu Najeeb Balapulang, Nurngudiono, Lanang Setiawan, Dhimas Riyanto, dan Tri Widarti.

Ternyata lagu tegalan ini memendam ribuan kenangan bagi masyarakat sekitar tegal. Bagaimana tidak, dari lirik saja sudah menceritakan situasi dan kondisi yang mencerminkan tegal.

Musik tegalan pernah dianggap musik bajakan, khususnya lagu yang dipopulerkan Najeeb Bahresy dengan lagu Man Droup Tukang Becak (Man Draup Tukang Becak). Sebenarnya lagu Man Droup Tukang Becak ini didaur ulang oleh Najeeb Bahresy dari lagu india yang terkenal pada tahun 50an.

Najeeb Bahresy ialah penyanyi orkes melayu yang sangat tersohor dari tegal, pada saat itu Kota Tegal sedang menggalakkan Gerakan Tegal Pertiwi. Oleh karena itu najeeb melakukan rekaman di studio musik yang bertempat di Jakarta.

Lagu Tegalan Lengkap: Antara Budaya dan Kenangan

Lagu Tegalan Lengkap: Antara Budaya dan Kenangan

Tidak diduga ternyata niat baik najeeb untuk mendorong pemerintah daerah kota tegal berjalan mulus, dengan lagu Man Droup Tukang Becak sudah siap dirilis kemudian diputar di Radio Raka 1440 AM. Pada saat itu radio raka merupakan stasiun radio satu-satunya yang ada di tegal.

Rating musik tegalan sangat tinggi berkat Najeeb Bahresy, penyanyi lagu tegalan yang pertama dalam sejarah. Hal ini terbukti dengan munculnya penyanyi-penyanyi kondang seperti Tri Widarti dengan lagu Ketemu Maning yang direkam pada tahun 1979. Kemudian bermunculan lagu-lagu seperti Man Pian Bakul Bakso, Teh Poci Gula Batu, Kembang Pitutur, Ketagihan, Alun Alun Tegal, Ayu Ayu Bisu, Implang Impleng, Jaran Lumping dan Tempe Mendoan.

Muncul lagi pada tahun 1995 penyanyi lagu tegalan bernama Sony Muchson dari Cilacap, dengan dua lagu yang sangat populer kala itu dengan judul Ana Crita Ana Kanda dan Nyong Cinta Padamu ciptaan Dhimas Riyanto.

Berikut beberapa lagu tegalan yang pada zaman dahulu kala pernah sangat tenar di daerah tegal.

Man Draup Tukang Becak.mp3 – 3.7 MB oleh Najeeb Bahresy ( 1979 )
“Jaran Lumping” oleh Najeeb Bahresy ( 1979 )
Teh Poci Gula Batu.mp3 – 3.7 MB oleh Najeeb Bahresy ( 1979 )
Ngelindur.mp3 – 3.3 MB oleh Najeeb Bahresy ( 1979 )
“Tahu Pletok” oleh Najeeb Bahresy ( 1980 )
“Ayu-ayu Bisu” oleh Najeeb Bahresy ( 1980 )
“Tempe Mendoan” oleh Najeeb Bahresy ( 1980 )
Menek Pucang.mp3 – 3.0 MB oleh Najeeb Bahresy ( 1990 )
Tukang Patri.mp3 – 2.4 MB oleh Tri Widarti ( 1979 )
“Ronggeng Kethek” oleh Tri Widarti (1979)
Ketemu Maning.mp3 – 2.6 MB oleh Tri Widarti ( 1979 )
“Kembang Pitutur” oleh Tri Widarti ( 1980 )
Man Pian Bakul Bakso.mp3 – 3.1 MB oleh Tri Widarti ( 1979 )
Martabak Lebaksiu.mp3 – 2.2 MB oleh Tri Widarti ( 1990 )
“Ayun-ayun Badan” oleh NN ( 1975 )
“Menjangan Renggeh” oleh NN ( 1975 )
“Rujak Teplak” oleh Tri Widarti ( 1990 )
Nyong Cinta Padamu.mp3 – 5.0 MB oleh Sony Muchson ( 1995 )
Ana Cerita Ana Kanda.mp3 – 4.1 MB oleh Sony Muchson ( 1995 )
“Jakarta” oleh Lanang Setiawan ( 1995 )
“Plesiran” oleh Lanang Setiawan ( 1995 )
“Teh Poci Gula Batu versi Reggae” oleh Tri Widarti ( 1996 )
Topeng Monyet.mp3 – 6.6 MB
oleh Ki Enthus Susmono ( 1999 )
Alun2 Tegal.mp3 – 3.2 MB
Kembang Melati.mp3 – 3.3 MB
Ketagihan.mp3 – 3.3 MB
Lelo Ledung.mp3 – 3.8 MB
Mas Tarmo.mp3 – 3.4 MB
Nasib Randa.mp3 – 3.1 MB
Nelangsa.mp3 – 4.1 MB
Ngimpi.mp3 – 2.9 MB
Nonton Golek.mp3 – 2.6 MB
Pai.mp3 – 2.9 MB
Tukmis.mp3 – 2.8 MB

 

Era Musik Tegal Modern

Lagu tegalan modern tidak kalah memberikan kenangan masa lalu, karena pada saat itulah mungkin kita bisa menikmati lagu khas tegalan dimanapun. Contoh saja di bengkel, warung-warung, dsb banyak mendengarkan lagu tegalan.

Berbeda dengan sekarang yang mungkin sudah melupakan lagu daerah, khususnya tegal.

“Kondangan Wurung” (2001)
“Aja Onggrongan” (2001)
“Ora Tak Sangka” oleh Iman Joend (2001)
“Poma Rong Poma” oleh Amarrudin (2002)
“Brebes Tegal Slawi” oleh Amarrudin (2002)
“Sate Tegal” oleh Windo Sapatuli (2002)
“Ngodor Dewek” oleh Windo Sapatuli (2003)
“Sendehan Lawang” oleh Erna Novita & Amarrudin (2003)
“Ponggol Setan” (2003)
“Udang Di Balik Batu” (2003)
“Entit Blirit” (2003)
“Jare Sapa” oleh Masis Praja (2004)
“Rika Tega Nyong Tega” oleh Erna Novita (2004)
Man Warso.mp3 oleh Imam Joend (2005)
Balik Jakartanan.mp3 – 3.5 MB oleh Ophi Faishol (2005)
Luruh Ilmu.MP3 – 4.3 MB oleh Ophi Faishol (2005)
Sing Penting Mochi.mp3 – 5.5 MB oleh Ophi Faishol (2005)
Purwahamba.mp3 – 5.1 MB
oleh Imam Joend (2005)
Cah Tegal.MP3 – 3.6 MB oleh Ophi Faishol (2006)
Rapper Amatir.mp3 – 3.5 MB oleh Ophi Faishol (2006)
“Jaman Bocah” oleh Bram Moersas (2006)
“Tragedi Jatilawang” oleh Lanang Setiawan (2007)
“Nyambung Tung-tung” oleh Najeeb Balapulang (2009)
“Cinta Tiba Tangi” oleh Imam Joend/Agus Riyanto (2009)
“Wulan Bunder” Fetty Kombor & Imam Joend (2009)
“Duwe-duwe ora Duwe” oleh Rojikin AH (2009)
“Udud Dulu” oleh Ki Enthus Susmono (2010)
“Aja Mriyang” oleh Agus Riyanto (2011)
“Gunung Tanjung” oleh Mega Novia Arifiani (2011)
“Tega” oleh Mega Novia Arifiani (2011)
“Ngapusi” oleh Yani Asmara (2012)
“Bharagas” oleh Nelson Purba (2012)
“Pati Geni” oleh Rojikin AH (2012)
“Mabur Maning” oleh Imam Joend (2013)

Meskipun jaman sekarang sudah sangat jarang sekali ditemukan lagu-lagu tegalan berkumandang di warung, bengkel, dan sebagainya, tapi yang pasti musik tegal itu pernah ada dan akan tetap ada.

Menurut penuturan Ophi Santosa atau Ophi Faishol atau Ophi Cah Tegal, dia membuat lagu-lagu itu hanya iseng dan tidak berniat untuk mengambil keuntungan dari lagu itu.

Iseng buat bahan belajar virtual musik dan studio, karena tanpa guru dan kosongnya materi pembelajaran. Dadi SAWO… sawontene… saceplose” kata ophi dalam obrolan, kamis (1/20/2016).

Kemudian kami menanyakan, bagaimana lagu yang terbilang unik pada saat itu bisa menjadi terkenal?

Mungkin takdir Tuhan, mungkin karna pertama kali dengan genre yg berbeda, ato mungkin karna iklas ora njaluk di puji ora njaluk di gaji… hehe” jawab ophi.

Meskipun lagu tegalan sekarang ini tidak setenar zaman dahulu, tapi musuk jenis tegalan masih diminati oleh para masyarakat area tegal. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah download lagu tegal yang tersebar di internet, mencapai ribuan download pada tahun 2008 adalah angka yang sangat fantastis pada saat itu.

Demikian pembahasan mengenai lagu-lagu khas tegal yang sudah kami kupas habis. Semoga dengan adanya tulisan di website Slawi Ayu ini setidaknya dapat mengingatkan kita agar selalu mencintai musik dan kesenian lokal, khususnya tegal.

Bupati Slentheng

Saya adalah tokoh fiksi yang diciptakan oleh Ki Enthus Susmono selaku dalang paling tenar di Kabupaten Tegal

Info Menarik Lainnya

Info Tegal Slawi Ayu by Slawi Ayu