Pasang Iklan di Google Tidak Kena Pajak

Google Asia Pacific Pte Ltd yang berlokasi di Jakarta masih diperiksa atas aksi penolakan Google terhadap tagihan pajak yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak indonesia.

Jika kita lihat dari sisi bisnis google yang bersarang di Indonesia, sangat terlihat jelas kerugian besar yang harus ditelan Indonesia.

Google beranggapan bahwa para pemasang iklan di Google tidak dikenakan pajak (PPN), maka sudah sangat pantas jika pihak google menolak terhadap pajak yang diarahkan kepadanya.

Pasang Iklan di Google Tidak Kena Pajak

Pasang Iklan di Google Tidak Kena Pajak

“Karena tidak menjadi BUT (Bentuk Usaha Tetap), maka perusahaan yang menggunakan jasa Google tidak dipungut PPN” ungkap Kepala Kantor Wilayah Pajak Khusus Ditjen Pajak, M Haniv.

Padahal jika dari segi bisnis maka Google itu sendiri sudah menjadi BUT, karena pihak google mendapat penghasilan di Indonesia. Jadi seharusnya dari pihak google sendiri yang mematok harga kepada pemasang iklan, dengan harga yang sudah termasuk PPN. Kemudian PPN tersebut wajib disetorkan ke pemerintah Indonesia.

“Karena tidak BUT maka itu yang menyebabkan PPN tidak terpotong. Kalau BUT kan harus potong PPN,” terang Haniv.

Landasan utama google menolak pajak yang diberikan oleh Ditjen Pajak karena aktifitas bisinis yang dilakukan google itu bukan sifatnya nyata, melainkan bersifat daring (online). Entah itu kesepakatakan kontrak atau juga pembayaran penggunaan jasa google.

“Mereka punya server di Indonesia, itu sebenarnya harusnya BUT. Tapi dia kan alasannya karena transaksi online.” tambahnya.

Bupati Slentheng

Saya adalah tokoh fiksi yang diciptakan oleh Ki Enthus Susmono selaku dalang paling tenar di Kabupaten Tegal

Info Menarik Lainnya

Info Tegal Slawi Ayu by Slawi Ayu